Sejarah STIKES Karya Putra Bangsa

Dipublikasikan oleh Administrator
Share

SEJARAH BERDIRINYA STIKES KPB

 

                Yayasan Karya Putra Bangsa yang berkedudukan di Tulungagung didirikan dengan salah satu tujuannya adalah membantu mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia dengan jalan mendidik calon-calon tenaga kesehatan yang kompeten.

                Dari survey yang dilakukan oleh Yayasan Karya Putra Bangsa sebagai syarat untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi, dimana survey dilakukan di SMA/MA/SMK, RS Swasta/ Pemerintah, Puskesmas, laboratorium medis, apotek, dan masyarakat umum, serta informasi dari sumber pemerintah tentang kebutuhan tenaga kesehatan di daerah Tulungagung dan sekitarnya,  menunjukkan bahwa kebutuhan dan animo masayarakat terhadap tenaga kesehatan apoteker dan analis kesehatan sangat tinggi. Berdasarkan hasil survey tersebut diatas, maka yayasan Karya Putra Bangsa memutuskan untuk mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dengan program studi S1 Farmasi dan D3 Analis Kesehatan

                Tenaga kesehatan apoteker sulit didapatkan, hal ini berdampak pada pendirian apotek yang mandiri maupun apotek dalam rumah sakit. Karena belum bisa mendapatkan tenaga apoteker maka yang rencananya mau mendirikan apotek berubah menjadi toko obat dulu sambil menunggu mendapatkan tenaga apoteker. Beberapa rumah sakit swasta terpaksa menerima pasokan obat dari apotek lain, Karena mau membuka apotek sendiri terkendala oleh tenaga apoteker yang belum dimiliki. Saat mendengar Yayasan Karya Putra Bangsa mau mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dengan salah satu prodinya adalah S1 Farmasi,  langsung banyak masyarakat yang memesan lulusannya.

                Tenaga analis Kesehatan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang langka, hal ini disebabkan jumlah perguruan tinggi yang memiliki jurusan analis kesehatan masih sedikit, sedang kebutuhan masyarakat akan tenaga analis kesehatan sangat tinggi. Analis kesehatan adalah tenaga teknis dalam pemeriksaan laboratorium medis, laboratorium industri makanan/minuman, laboratorium penelitian, laboratorium kesehatan lingkungan, dan khusus untuk lulusan prodi D3 Analis Kesehatan STIKes Karya Putra Bangsa Tulungagung juga memiliki kompetensi dalam pemeriksaan di laboratorium industry farmasi. Pada saat yayasan Karya Putra Bangsa Tulungagung mendirikan prodi D3 Analis Kesehatan, jumlah perguruan tinggi yang memiliki jurusan analis kesehatan di Jawa Timur baru ada enam perguruan tinggi. Bila kita bandingkan antara jumlah perguruan tinggi yang menghasilkan tenaga analis kesehatan dengan ragam instansi/lembaga yang membutuhkan tenaga analis kesehatan serta jumlah penduduk yang ada saat ini  jelas terlihat ada ketidak seimbangan, jadi dapat kita simpulkan bahwa kebutuhan tenaga analis kesehatan masih sangat tinggi.

                Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, akhirnya pada tanggal 11 Desember 2013, yayasan Karya Putra Bangsa Tulungagung mendapatkan surat ijin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 569/E/O/2013  untuk mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dengan program studi S1 Farmasi dan D3 Analis Kesehatan. Dengan demikian tanggal lahir dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Putra Bangsa Tulungagung adalah Tanggal 11 Desember 2013.

Unidha STIKes Karya Putra Bangsa Tulungagung berdiri pada Tanggal 26 Desember 2013, berdasarkan SK Kemendikbud Nomor 569/E/O/2013. Berada di bawah naungan Yayasan Karya Putra Bangsa Tulungagung, Stikes Karya Putra Bangsa Tulungagung telah memiliki fasilitas, sarana-prasarana, dan Sumber Daya Manusia yang sangat memadai. Hal tersebut sangat mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga dapat berjalan dengan baik.
© 2021 STIKES KARYA PUTRA BANGSA TULUNGAGUNG Ikuti kami di : Facebook Twitter Linked Youtube